On The Job Training (OJT) Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal Petugas Puskesmas ke RSUD Bendan Kota Pekalongan

DINAS KESEHATAN KOTA PEKALONGAN MELAKSANAKAN:
ON THE JOB TRAINING (OJT)
Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal
Petugas Puskesmas ke RSUD Bendan Kota Pekalongan
Waktu: 8 – 12 Juni 2026
Tempat: RSUD Bendan Kota Pekalongan
Peserta: Dokter dan Bidan Puskesmas PONED serta mampu persalinan
Narasumber:
✅ dr. Adib Mujanat, Sp.OG
✅ dr. Dicky Ari Risandy, Sp.A
✅ Tim Pendamping & Fasilitator
Kegiatan On The Job Training ini merupakan pembelajaran langsung di tempat pelayanan rujukan, di mana peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga mengamati, mempraktikkan, dan mendiskusikan penanganan kasus kegawatdaruratan ibu dan bayi secara nyata.
Melalui OJT, peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam manajemen persalinan risiko tinggi, penanganan komplikasi kehamilan, persalinan, serta kegawatdaruratan bayi baru lahir. Metode ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri petugas, sehingga pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas menjadi lebih cepat, tepat, dan berkualitas.
Dengan bekal ilmu dan keterampilan yang diperoleh, diharapkan angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan, serta tercipta sistem rujukan yang lebih terkoordinasi antara puskesmas dan rumah sakit.



ON THE JOB TRAINING (OJT)
Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal
Petugas Puskesmas ke RSUD Bendan Kota Pekalongan
Waktu: 8 – 12 Juni 2026
Tempat: RSUD Bendan Kota Pekalongan
Peserta: Dokter dan Bidan Puskesmas PONED serta mampu persalinan
Narasumber:
✅ dr. Adib Mujanat, Sp.OG
✅ dr. Dicky Ari Risandy, Sp.A
✅ Tim Pendamping & Fasilitator
Kegiatan On The Job Training ini merupakan pembelajaran langsung di tempat pelayanan rujukan, di mana peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga mengamati, mempraktikkan, dan mendiskusikan penanganan kasus kegawatdaruratan ibu dan bayi secara nyata.
Melalui OJT, peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam manajemen persalinan risiko tinggi, penanganan komplikasi kehamilan, persalinan, serta kegawatdaruratan bayi baru lahir. Metode ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri petugas, sehingga pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas menjadi lebih cepat, tepat, dan berkualitas.
Dengan bekal ilmu dan keterampilan yang diperoleh, diharapkan angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan, serta tercipta sistem rujukan yang lebih terkoordinasi antara puskesmas dan rumah sakit.



PRINT +
DOWNLOAD PDF