Puskesmas Sokorejo Bersiap Jadi Pelopor Puskesmas Digital di Kota Pekalongan

PEKALONGAN — Dinas Kesehatan Kota Pekalongan menggelar kegiatan Pendampingan Penguatan dan Monitoring Evaluasi (Monev) Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) di Aula Puskesmas Sokorejo, Rabu (9/9/2026). Langkah ini dilakukan untuk mendorong efisiensi layanan kesehatan sekaligus mengakselerasi digitalisasi puskesmas secara menyeluruh.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Puskesmas Sokorejo beserta jajaran petugas layanan, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) dan Farmalkes Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, serta tim pengembang SIMPUS dari Indokes.


Sampaikan Kendala dan Kebutuhan Modul Layanan
Acara diawali dengan sesi diskusi interaktif. Para petugas dari berbagai unit layanan—mulai dari pendaftaran, seluruh poli, farmasi, hingga laboratorium—menyampaikan langsung kendala teknis yang dihadapi di lapangan.

Selain memaparkan hambatan, petugas juga mengusulkan penambahan dan perbaikan menu atau modul pada aplikasi SIMPUS kepada pihak vendor. Secara garis besar, poin utama yang disuarakan adalah penyesuaian sistem pelaporan agar lebih responsif terhadap kebutuhan operasional Puskesmas Sokorejo.


Dorong Paperless Total dan Efisiensi Anggaran
Saat ini, layanan rawat jalan di Puskesmas Sokorejo telah menerapkan sistem tanpa kertas (paperless). Ke depannya, skema digital ini akan diperluas hingga ke unit rawat inap.

Kabid SDK dan Farmalkes Dinkes Kota Pekalongan, dr. Aswina Azis Michroza, mengapresiasi capaian tersebut dan terus memotivasi Puskesmas Sokorejo untuk menjadi percontohan puskesmas digital bagi puskesmas lainnya di Kota Pekalongan.

"Penerapan sistem digital terintegrasi akan membuat pekerjaan jauh lebih efisiendan secara signifikan menghemat anggaran operasional," ujar dr. Azis.


Mendorong Penyeragaman Sistem dan Dashboard Dinkes
Dalam kesempatan tersebut, dr. Azis juga menekankan kepada pihak pengembang Indokes agar ke depannya sistem SIMPUS di seluruh puskesmas se-Kota Pekalongan dapat diseragamkan. Standardisasi ini penting agar seluruh data layanan terintegrasi dengan baik.

Selain itu, pihaknya meminta pengembang untuk menyediakan dashboard khusus bagi Dinas Kesehatan Kota Pekalongan guna mempermudah pemantauan, evaluasi, dan pengambilan kebijakan kesehatan secara real-time.