Kegiatan Active Case Finding (ACF) di Puskesmas Kusuma Bangsa

Dalam rangka mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Indonesia, Dinkes Kota Pekalongan Bidang Kesmas P2P selama 3 hari ke depan melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) di Puskesmas Kusuma Bangsa dimulai hari ini  Selasa, 21 Juli 2026  sebagai upaya penemuan kasus TBC secara aktif di masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan penemuan kasus, mempercepat diagnosis, serta memastikan pasien TBC mendapatkan pengobatan sedini mungkin sehingga dapat memutus rantai penularan.

Pelaksanaan kegiatan ACF dilakukan melalui skrining gejala TBC pada kelompok masyarakat yang berisiko, antara lain kontak serumah pasien TBC, masyarakat di wilayah dengan angka kasus tinggi, lansia, penderita diabetes melitus, serta kelompok rentan lainnya. Skrining dilakukan menggunakan wawancara mengenai gejala TBC, seperti batuk berdahak selama dua minggu atau lebih, batuk darah, demam berkepanjangan, penurunan berat badan, berkeringat pada malam hari, dan penurunan nafsu makan.

Kegiatan ACF dilaksanakan oleh tim Puskesmas yang terdiri dari dokter, perawat, tenaga laboratorium, promosi kesehatan, serta pemegang program TBC dengan melibatkan kader komunitas MSI dan radiografer dari Rumah Sakit. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat sehingga proses skrining dan penemuan kasus dapat berjalan secara optimal.

Bentuk kegiatan ACF ini meliputi pendataan sasaran/peserta, skrining awal, pemeriksaan rontgen dengan Portable X-Ray, dan pembagian sembako (Beras), bagi peserta yang terdapat indikasi TBC dilanjutkan pemeriksaan TCM (Tes Cepat Molekuler). Selain itu, pemberian dukungan kepada pasien TBC sedang pengobatan berupa Beras 5 kilogram dan minyak goreng 1 liter juga dilaksanakan bersama.

Melalui pelaksanaan kegiatan Active Case Finding ini diharapkan penemuan kasus TBC dapat meningkat, angka keterlambatan diagnosis dapat ditekan, serta upaya pengendalian dan eliminasi TBC di wilayah kerja Puskesmas dapat tercapai secara efektif melalui deteksi dini, pengobatan yang tepat, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penyakit Tuberkulosis.